Mass balance vs segregation sering dianggap hanya berbeda dalam cara material disimpan. Padahal, kedua model chain of custody ini memiliki perbedaan mendasar mengenai apa yang terjadi secara fisik pada material dan bagaimana karakteristiknya dikendalikan sepanjang rantai pasok.
Keduanya sama-sama dapat melibatkan material dari lebih dari satu sumber. Namun, segregation mempertahankan pemisahan antara material yang memenuhi karakteristik tertentu dan material yang tidak memenuhinya, sedangkan mass balance memungkinkan keduanya bercampur secara fisik dan mengendalikan karakteristik melalui keseimbangan jumlah.
Perbedaan ini menjadi penting ketika kita ingin mengetahui sejauh mana suatu produk masih dapat dihubungkan dengan sumber asalnya.
Apa Itu Segregation?
Segregation adalah model chain of custody yang mempertahankan material dengan karakteristik tertentu tetap terpisah dari material yang tidak memiliki karakteristik tersebut.
Material yang memenuhi persyaratan dapat berasal dari beberapa sumber. Artinya, segregation tidak harus mempertahankan identitas setiap sumber secara individual seperti pada model Identity Preserved.
Yang dipertahankan adalah pemisahan kelompok material yang memenuhi karakteristik tertentu dari material yang tidak memenuhi karakteristik tersebut.
Sebagai contoh, sebuah fasilitas menerima bahan dari beberapa produsen yang semuanya masuk dalam kelompok material yang memenuhi persyaratan. Bahan tersebut dapat digabungkan dalam satu aliran.
Namun, bahan tersebut tetap harus dipisahkan dari bahan yang tidak memenuhi persyaratan yang sama.
Dengan mekanisme tersebut, produk pada tahap berikutnya masih dapat dikaitkan dengan kumpulan sumber yang berada dalam sistem segregation.
Apa Itu Mass Balance?
Mass balance bekerja dengan mekanisme yang berbeda.
Dalam model ini, material yang memiliki karakteristik tertentu dan material yang tidak memiliki karakteristik tersebut dapat bercampur secara fisik. Karena material sudah bercampur, karakteristik tersebut tidak lagi dapat digunakan untuk mengidentifikasi bagian fisik tertentu dari produk akhir.
Sebagai gantinya, sistem mengendalikan keseimbangan jumlah material dan karakteristik yang diklaim.
Misalnya, sebuah fasilitas menerima sejumlah material yang memiliki karakteristik tertentu. Material tersebut kemudian masuk ke proses yang juga menggunakan material konvensional.
Setelah pencampuran, material fisik tidak lagi dapat dibedakan berdasarkan sumber atau karakteristik awalnya.
Yang kemudian diperiksa adalah apakah jumlah material yang diklaim memiliki karakteristik tertentu masih sesuai dengan jumlah material yang masuk, diproses, dan keluar dari sistem berdasarkan aturan yang digunakan.
ISO menerbitkan ISO 22095-2:2026 yang secara khusus memberikan persyaratan dan panduan penerapan model mass balance, termasuk mengenai batas sistem, faktor konversi, metode persentase rata-rata bergulir, dan metode credit.
Perbedaan Utama: Material Dipisahkan atau Dicampur?
Perbedaan paling mudah antara segregation dan mass balance dapat dilihat dari perlakuan terhadap material secara fisik.
Pada segregation, material yang memenuhi karakteristik tertentu tetap dipisahkan dari material yang tidak memenuhi karakteristik tersebut.
Pada mass balance, material tersebut dapat bercampur secara fisik.
Karena itu, bentuk pengawasannya juga berbeda.
Segregation membutuhkan pengendalian terhadap pemisahan aliran material. Mass balance membutuhkan pencatatan dan rekonsiliasi jumlah material serta karakteristik yang diperhitungkan dalam sistem.
Dengan kata lain:
Segregation menjaga pemisahan fisik.
Mass balance menjaga keseimbangan jumlah.
Inilah perbedaan fundamental yang sering hilang ketika kedua istilah tersebut hanya diterjemahkan sebagai “rantai pasok berkelanjutan”.
Bagaimana Hubungannya dengan Sumber Asal?
Perbedaan mekanisme fisik tersebut berpengaruh langsung terhadap kemampuan menghubungkan produk dengan sumber asal.
Pada segregation, material dari beberapa sumber dapat berada dalam satu kelompok, tetapi kelompok tersebut tetap dipisahkan dari material yang tidak memenuhi karakteristik yang ditentukan.
Karena itu, produk masih dapat ditelusuri ke kumpulan sumber yang memenuhi persyaratan, meskipun tidak lagi dapat dikaitkan dengan satu sumber tunggal.
Pada mass balance, pencampuran fisik membuat hubungan tersebut menjadi berbeda.
Ketika material dengan karakteristik tertentu dicampur dengan material lain, tidak ada bagian fisik tertentu dari produk akhir yang dapat ditunjuk dan dikatakan sebagai material dari sumber tertentu.
Hubungan dengan sumber asal karena itu tidak dipertahankan secara fisik pada produk akhir.
Yang dipertahankan adalah hubungan melalui catatan jumlah dan aliran material dalam batas sistem yang ditentukan.
Contoh Sederhana dalam Rantai Pasok Kopi
Perbedaan keduanya lebih mudah dilihat melalui contoh.
Bayangkan sebuah fasilitas menerima kopi dari beberapa kebun.
Dalam sistem segregation, kopi yang masuk dalam kelompok tertentu tetap dipisahkan dari kopi yang tidak termasuk kelompok tersebut.
Kopi dari beberapa kebun yang memenuhi karakteristik dapat digabungkan. Namun, ketika kopi tersebut disimpan atau diproses, sistem tetap harus mencegahnya bercampur dengan material yang berada di luar kelompok tersebut.
Jika kopi tersebut kemudian dijual, hubungan produknya masih dapat dikaitkan dengan kumpulan sumber yang termasuk dalam sistem.
Sekarang bayangkan fasilitas yang sama menggunakan mass balance.
Kopi dari sumber yang memenuhi karakteristik tertentu masuk ke fasilitas, tetapi kemudian dicampur dengan kopi konvensional dalam proses produksi.
Setelah tercampur, kita tidak dapat mengambil satu bagian fisik dari produk akhir dan mengatakan bahwa bagian tersebut secara fisik berasal dari kopi yang memenuhi karakteristik tertentu.
Yang dapat dilakukan adalah menghitung dan mengendalikan jumlah material berdasarkan sistem mass balance yang digunakan.
Jadi, kedua sistem sama-sama dapat mengelola klaim mengenai karakteristik material, tetapi cara mempertahankan klaim tersebut sangat berbeda.
Apakah Mass Balance Berarti Material Tidak Dapat Dilacak?
Tidak.
Ini salah satu kesalahpahaman yang perlu dihindari.
Mass balance bukan berarti perusahaan tidak memiliki catatan mengenai asal atau jumlah material. Justru sistem ini membutuhkan pencatatan yang memungkinkan jumlah material dan karakteristik yang diklaim dapat direkonsiliasi.
Yang berbeda adalah tingkat hubungan antara catatan tersebut dengan material fisik tertentu.
Pada segregation, pemisahan fisik menjadi bagian penting dari pengawasan.
Pada mass balance, pencatatan jumlah dan keseimbangan material menjadi bagian penting dari pengawasan.
Jadi, sebuah sistem mass balance dapat memiliki dokumentasi rantai pasok yang sangat terstruktur. Namun, dokumentasi tersebut tidak berarti setiap unit material pada produk akhir dapat dihubungkan secara fisik dengan satu sumber tertentu.
Segregation Bukan Identity Preserved
Segregation juga tidak boleh disamakan dengan Identity Preserved.
Keduanya memang sama-sama mempertahankan pemisahan fisik, tetapi tingkat identitas yang dipertahankan berbeda.
Identity Preserved mempertahankan material dari satu sumber tertentu tetap terpisah.
Segregation memungkinkan material dari beberapa sumber yang memiliki karakteristik yang sama untuk digabungkan, selama tetap terpisah dari material yang tidak memenuhi karakteristik tersebut.
Dengan demikian, segregation mempertahankan identitas kelompok, bukan identitas satu sumber.
Perbedaan ini penting ketika membaca dokumen chain of custody. Pernyataan bahwa suatu material “segregated” tidak otomatis berarti material tersebut berasal dari satu produsen atau satu plot tertentu.
Bagaimana dengan EUDR?
Perbandingan mass balance dan segregation menjadi lebih penting ketika dikaitkan dengan EUDR.
EUDR mengharuskan operator mengumpulkan informasi mengenai geolokasi seluruh plot tempat komoditas yang relevan diproduksi, bersama informasi lain yang diperlukan untuk due diligence. Komisi Eropa juga menjelaskan bahwa ketertelusuran harus dapat dikaitkan kembali hingga plot lahan.
Dalam konteks ini, chain of custody tidak dapat diperlakukan sebagai pengganti kewajiban EUDR.
Bahkan, panduan Komisi Eropa secara khusus menyatakan bahwa produk campuran yang didasarkan pada persentase tertentu atau mass balance chain of custody tidak sesuai dengan persyaratan EUDR. Untuk material yang digunakan dalam produk EUDR, operator tetap harus memastikan seluruh material yang relevan memenuhi persyaratan regulasi dan kontrol rantai pasok cukup untuk mengecualikan material yang tidak sesuai.
Ini menunjukkan mengapa istilah “mass balance” tidak boleh langsung dianggap sebagai bukti kepatuhan EUDR.
Sebuah sistem dapat menggunakan model chain of custody tertentu untuk tujuan pengawasan material, tetapi kesesuaian terhadap suatu regulasi harus dinilai berdasarkan persyaratan regulasi tersebut.
Mengapa Perbedaan Ini Penting?
Perbedaan mass balance dan segregation pada akhirnya kembali pada satu pertanyaan: apa yang sebenarnya dipertahankan oleh sistem chain of custody?
Segregation mempertahankan pemisahan fisik material yang memiliki karakteristik tertentu dari material yang tidak memilikinya.
Mass balance mempertahankan keseimbangan antara jumlah material dan karakteristik yang diklaim dalam sistem yang telah ditentukan.
Karena mekanismenya berbeda, kemampuan untuk menghubungkan produk akhir dengan sumber asal juga berbeda.
Segregation masih memungkinkan produk dikaitkan dengan kelompok sumber yang memenuhi persyaratan.
Mass balance tidak mempertahankan hubungan fisik tersebut pada produk akhir.
Perbedaan ini menjadi semakin penting ketika rantai pasok semakin panjang dan material semakin sering dikumpulkan, dipindahkan, diproses, atau dicampurkan.
Penutup
Mass balance dan segregation sama-sama merupakan model chain of custody, tetapi keduanya tidak bekerja dengan cara yang sama.
Segregation mempertahankan pemisahan fisik. Material yang memenuhi karakteristik tertentu dapat berasal dari beberapa sumber, tetapi tetap dipisahkan dari material yang tidak memenuhi karakteristik tersebut.
Mass balance memungkinkan pencampuran fisik. Pengawasan kemudian dilakukan melalui keseimbangan jumlah dan pencatatan karakteristik dalam suatu sistem.
Perbedaan tersebut menentukan sejauh mana produk akhir masih dapat dikaitkan dengan sumber asalnya.
Karena itu, ketika membaca istilah chain of custody, jangan berhenti pada pertanyaan apakah material “terlacak”. Pertanyaan yang lebih penting adalah: terlacak sampai sejauh mana, melalui mekanisme apa, dan apakah hubungan tersebut masih bersifat fisik atau sudah menjadi hubungan administratif?
Itulah perbedaan mendasar antara mass balance dan segregation.
Sumber
- ISO 22095:2020, Chain of custody — General terminology and models.
- ISO 22095-2:2026, Chain of custody — Part 2: Requirements and guidelines for mass balance.
- European Commission, Understand Due Diligence under the EU Deforestation Regulation.
- European Commission, Guidance Document for the Regulation on Deforestation-Free Products.
- L-01 EUDR Due Diligence and Chain of Custody Models.
Bekerja untuk Keabadian Orbiz, anaknya Ngulik Enak, Cucunya Kopitasi, dan semua keturunannya kelak.

