Author: sogem

  • Ketika Tuhan “Dikritik”

    Ketika Tuhan “Dikritik”

    Kalau nama Nietzsche sudah terdengar di telingamu, biasanya dia diasosiasikan dengan filsuf ateis besar asal Jerman. Kumis panjangnya khas, pemikirannya tajam, dan idenya dikenal sebagai salah satu yang paling kritis dalam sejarah filsafat modern. Bahkan, para pemikir ateis besar seperti Sam Harris, Richard Dawkins, hingga Christopher Hitchens pun seakan belum setara kalau bicara soal kedalaman…

    baca selengkapnya: Ketika Tuhan “Dikritik”
  • Mengisi Kekosongan

    Mengisi Kekosongan

    “Hidup manusia tidak memiliki makna objektif.” Pernyataan ini bukanlah ucapan seorang penganut nihilisme biasa, melainkan Yuval Noah Harari, sejarawan sekaligus penulis buku laris Sapiens: A Brief History of Humankind. Dalam salah satu kutipannya yang terkenal, Harari mengungkapkan bahwa, dari sudut pandang ilmiah, kehidupan manusia tidak lebih dari hasil evolusi buta tanpa tujuan atau rencana. Dalam…

    baca selengkapnya: Mengisi Kekosongan
  • Kepongahan Lilea

    Kepongahan Lilea

    Terlampau singkat bagi romansaku, LileaTersimpul di lesung pipitmu, dan tanpa tipuanSekecap hembusan yang–Ah… itu pasti kau Komet yang mengekor di ikat rambutmu,Bukankah itu bukti kau berlaku curang!Kerlap-kerlip bintang yang telah lama mati…Tidak lebih dari remah solekanmu Lihat, kan! Kepalaku kosong melompongCocok untuk vas bunga meja riasmuSayangnya, kau– di dalam vas itu,Kau nona sepatu kaca, tertaut…

    baca selengkapnya: Kepongahan Lilea
  • Ambang Kekalahan Jerman

    Ambang Kekalahan Jerman

    Perang Dunia II menjadi salah satu konflik terbesar dalam sejarah umat manusia. Jerman, di bawah kepemimpinan Adolf Hitler, memulai perang dengan kepercayaan diri yang luar biasa. Dengan militer yang kuat dan taktik perang blitzkrieg yang revolusioner, mereka melancarkan serangkaian invasi ke Eropa. Namun, seperti pepatah lama, “kesombongan mendahului kejatuhan.” Pertanyaannya adalah, pada titik mana para…

    baca selengkapnya: Ambang Kekalahan Jerman
  • Memadamkan Matahari

    Memadamkan Matahari

    Sebelum kita membahas ide nyeleneh ini, mari kita kenalan dulu dengan Matahari. Inti Matahari adalah tempat sihirnya terjadi. Di sana, atom-atom hidrogen “menyatu” menjadi helium melalui proses fusi nuklir, melepaskan energi yang sangat besar. Suhu di inti Matahari mencapai 15 juta derajat Celsius, dengan tekanan sebesar 250 miliar atmosfer—cukup untuk mengalahkan tolakan antara proton bermuatan…

    baca selengkapnya: Memadamkan Matahari
  • Psikologi Sang Jodoh

    Psikologi Sang Jodoh

    Kalimat “jodoh tidak akan kemana” sering banget kita dengar, ya. Biasanya muncul dari mulut teman yang sok bijak ketika kita lagi galau. Tapi, tunggu dulu—kalimat ini ternyata nggak cuma penghiburan belaka. Kalau kita lihat dari sudut pandang psikologi, kalimat ini ada dasar ilmiahnya, lho. Yuk, kita bedah! Homophily: Yang Mirip Cenderung Menarik Dalam psikologi sosial,…

    baca selengkapnya: Psikologi Sang Jodoh
  • Mauveine dan Transformasi Warna Dunia Seni

    Mauveine dan Transformasi Warna Dunia Seni

    Tahun 1856 seorang kimiawan muda bernama William Henry Perkin sedang mengutak-atik eksperimen di laboratorium kecilnya. Dia nggak lagi main-main, nih. Targetnya ambisius banget: menciptakan obat antimalaria sintetis berbasis quinine. Kenapa penting? Di zaman itu, malaria adalah salah satu penyakit paling mematikan, dan quinine—yang didapat dari kulit pohon kina—adalah obat penyelamat hidup. Masalahnya, proses produksinya ribet…

    baca selengkapnya: Mauveine dan Transformasi Warna Dunia Seni
  • Perjamuan Dahlia

    Perjamuan Dahlia

    Dahlia… Dahlia…Serupa mengucap mantraTerselip setetes namamu ditengah jamuan kelabu duka,Dari jiwa yang tak kunjung meregang Dahlia… Dahlia…Kembali, melantun mantraDalam meraup harapan, namamu tercecerBercakap dalam ilusi megah mahligai Dahlia… Dahlia…Benar… aku meramu mantraSeirama dalam namamuDalam sakral ilahi yang taruhannya aku tagih! Dahlia… Dahlia…Ketersesatan membawaku padamuPermohonan yang ku pertaruhkan,Bertukar keselamatan jiwa dan jasmanimu Dahlia… Dahlia…Jauhlah dari segala…

    baca selengkapnya: Perjamuan Dahlia
  • Pendidikan Formal

    Pendidikan Formal

    Pendidikan formal selalu menjadi bahasan menarik sekaligus penuh paradoks. Ia digadang-gadang sebagai kunci menuju masa depan yang lebih baik, namun dalam praktiknya, sering kali menjadi ruang yang membingungkan antara harapan dan kenyataan. Di satu sisi, ada kritik tajam dari Donald Trump dalam bukunya The Art of the Deal (1987), yang menyoroti kelemahan sistem pendidikan formal…

    baca selengkapnya: Pendidikan Formal
  • Schopenhauer dan Filosofi Penderitaan

    Schopenhauer dan Filosofi Penderitaan

    Schopenhauer sering digambarkan sebagai sosok yang skeptis terhadap kehidupan. Salah satu pernyataan ikonisnya adalah, “Nikmatilah rasa keindahan ini untuk sesaat, sebelum datang penderitaan.” Pernyataan ini adalah intisari dari filsafatnya: hidup adalah siklus penderitaan yang tak terhindarkan. Baginya, penderitaan bukanlah anomali atau penyimpangan dalam kehidupan manusia, melainkan bagian inheren dari keberadaan itu sendiri. Namun, filsafat penderitaan…

    baca selengkapnya: Schopenhauer dan Filosofi Penderitaan