Janji kepada Bakso

–

janji tukang bakso kepada bakso

Dulu, aku tertawa bersama rebusan kaldu,
Menyaksikan antrean panjang di warung kecilku
Mie ayamku dielu-elukan,
diseruput, dipuji, dihabiskan dengan senyum puas
Kepercayaanku pun tersenyum puas

Esoknya, dengan penuh kebanggaan,
kusodorkan semangkuk bakso buatanku
“Cobalah ini. Lebih enak.“
Tapi mereka semua menggeleng, menolak dengan sopan,
Kata mereka, “Tidak tuan. Mie ayam saja sudah cukup.“

Hari berganti, kuah bakso masih terus mendidih,
dan masih, belum satu orang pun sudi mencicipi
Mereka tak tahu, mereka tak mau
Dan tak ada satupun yang mau tahu
Mereka terlanjur terbuai dengan sari pati mie ayamku

Ku amati sudut panci, bakso-bakso mulai gelisah,
terendam dalam kesunyian yang kian pekat
Sambil menatapku meracik mie ayam kesayangan pelangganku
“Jangan kau tatap aku seperti itu, bakso-baksoku.“
“Aku pun heran mengapa mereka begitu gigih menolakmu.”

Padahal aku meracik mu dengan hati yang lebih dalam
Jauh daripada mie ayam yang mereka elu-elukan
Aku yakin, setiap gigitanmu akan jauh lebih kaya rasa,
Lebih hangat, dan juga lebih jujur
Tapi nampaknya kepercayaan itu hanya milikku seorang

Malam itu, warung sudah sepi dan panci kaldu sudah kosong,
Kusajikan satu mangkuk bakso hangat untuk ku sendiri
Ku nikmati setiap sari pati yang bisa ia tawarkan
Ku tatap mangkuk yang sekejap kosong itu sambil berbisik
“Tenanglah, aku tak akan menyerah menjajakanmu.“

Tagar terkait :


Popular Posts

3 responses to “Janji kepada Bakso”

  1. Dương Quốc Bảo Avatar

    Chọn mặt gửi vàng tại F8bet là quyết định hoàn toàn sáng suốt, nhà cái nạp rút uy tín số một.

  2. Đinh Thảo Vy Avatar

    Tôi từng chơi nhiều nơi nhưng 98WIN vẫn là sân chơi đẳng cấp nhất, nạp rút sòng phẳng.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *